sore itu setelah belajar membuat gantungan kunci di tempat teman, aku langsung bergegas menjuju bengkel motor. pasalnya motor honda astrea yang aku bawa suaranya sudah tidak karuan, apalagi suara mesinnya yang tak enak untuk didengarkan, seolah ada bagian/ptotonagn besi di dalam mesin.
saat itu, waktu menunjukan pukul 14.54, dalam perjalanan menuju bengkel aku sempat memiliki bayangan bahwa mengganti oli paling tidak sampe 5 menit kemudian bisa langsung balik ke kampus lagi kemudian sholat ashar. ternyata setelah di bengkel, aku teringat dengan spakbor depan goyang dan menimbulkan suara yang tidka nyaman, ah.. mendingan sekalian saja dibenerinnya, pikirku waktu itu.
mengganti oli memang tidak sampe 5 menit, tetapi membetulkan spakbor depan tak cukup 30 menit. setelah semuanya selesai, dan si petugas tinggal mengencangkan baut terakhir… tiba-tiba “pltakkk.. tring..tring..” baut yang dikencangkan tadi patah dan potongannya jatuh ke kramik putih yang sudah tertutupi campuran oli dan kotoran lainnya. aku mengkrutkan dahi, hatiku berkata “wah gawat ini.. kok malah bisa kayak gini.. mana sudah lewat adzan ashar dan mau masuk kuliah lagi” aku pun panik, tetapi berusaha untuk tenang.
ada yang tahu kenapa orang gila tidak pernah sakit??.. tidak pernah mengeluh dan lain sebagainya. apakah karena mungkin ia sudah tidak memiliki perasaan terkait dengan semua yang ia rasakan ataukah karena ia tidak memiliki pemikiran untuk sesuatu apapun. sehingga karena kekosongan perasaan atau pemikiran itulah yang menjadikan ia tidak bisa sakit dan tidak bisa mengeluh.
jika kita bandingkan dengan orang yang waras, oang yang memiliki perasaan atau orang yang normal, maka sangat jauh sekali. orang yang normal malah kebanyakan mengeluh nya daripada merasa normalnya. sedikit-sedikit alasan sana-sini dan ini-itu, kebanyakan seperti itu. kenapa ya bisa demikian? apakah konsep hidup yang dipegang dan yang ia jalani salah???
bagaimanakah memadukan antara kedua sisi ini, dari orang gila yang diambil adalah bagaimana ia menjalani hidup dengan tanpa pikiran dan perasaan [masa bodoh/dianggap biasa saja], sedangkan dari manusia normal yang diambil adalah bagaimana menerapkan konsep kewajaran dan bergaul dengan orang lain. sehingga dengan demikian akan menciptakan manusia yang bisa tahan masalah, tahan ejekan, dan tahan segala-galanya deh.
ketika orang lain sibuk dengan pelajaran ia sibuk dengan hewan gembalaan, ketika orang lain sibuk dengan buku pelajaran ia sibuk dengan cangkul dan sabit. ketika orang lain pergi ke sekolah, ia pergi ke sawah untuk membantu orang tua. ketika oran lain santai, beristrahat, menikmati tidur siang, ia harus mengeluarkan hewan gembalaan dan menjaganya agar tidak lari ke kebun milik orang lain.